Kalah

Kalah dan Menang

Aku pulaaaaang, tanpa dendaam
Kuterima, kekalahankuu….
(Shella on Seven)

Mungkin kau perlu kalah dulu sebelum merasakan kemenangan, Fathel. Barang kali, dengan merasakan kekalahan terlebih dahulu maka kemenangan menjadi manis rasanya. Mungkin begitu, Fathel.

Terhadap apapun yang telah membuatmu kalah,
Maka kau perlu dengan sportif mengatakan bahwa “dia memang lebih baik darimu”..
Bahwa semestinya kau memang perlu angkat topi dan mengatakan, “aku ingin belajar lebih banyak darinya.”
Memang seharusnya begitu, Fathel.

Tidak mengapa.
Setidaknya kau tidak sedang berlagak menang atas kekalahanmu.
Setidaknya kau mengetahui, bahwa kau memang kalah.
Dan, setidaknya, ini semua melecut semangatmu untuk tidak berhenti berjuang.
Untuk sebuah kemenangan yang tiada memiliki ujung di tempat yang penuh kenikmatan.
Dan itulah sesungguhnya kemenangan yang besar!

Fathel…
Yang harus kau tahu, bahwa dengan ke-dhaifanmu itu, kau belumlah apa-apa.
Pandangilah sejauh lintasan pandangan… bahkan melintasi batas, sekalipun!
Pandangilah!
Semakin jelaslah, betapa kau bukan apa-apa, bukan siapa-siapa.
Jangankan untuk disebut ektraordinary, bahkan biasa-biasa saja pun masih belum!
Dan, lengok kan pula pandanganmu pada sosok dengan begitu banyak taburan bintang. Bintang-bintang gemerlap itu. Mereka adalah yang menancapkan pancang-pancang kemenangan.
Lantas, tak inginkah kau belajar dari mereka?

Fathelvi…
Fathul Alvi…
Seribu Kemenangan…
Jika kau MAU, insya Allah kau BISA!
Tiada kata TIDAK BISA bagi orang yang MAU!
Masih ingin menang kan Fathel?
Jika iya, maka tiada kata bagimu, selain BERJUANG UNTUK KEMENANGAN ITU!

2 comments:

  1. blog nya keren ukhti.. salam kenal, silahkan mampir juga ke blog ane, pelukissenja.wordpress.com..

    oia, tadi ane ambil gambar dari blog ukhti.. syukron..

    ReplyDelete
  2. salam kenal jugaaa...
    siipp insya Allah segera berkunjung...^^

    heuu..tafadhol^^

    ReplyDelete

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked