Subhanallah...Diri Kita, Sungguh Luar Biasa!!!


Hari ni kuliah farmakoterapi lagi. huaaah..senangnya. mata kuliah favorite. namun, sempat jugah ngantuk. hihi. heran deeh, akhir2 ni, sering kali ngantuk di kelas. dan, hal yg paling menyiksa itu memang laah mengantuuuk! soalnya harus berjuang hidup-hidupan! eihh.., mati-matian ding! kami blajar tentang meningitis, yaitu infeksi selaput otak. gejalanya sakit kepala, kejang, kaku tengkuk, mual dan muntah, fotofobik, trus, perubahan prilaku. pengobatannnya tergantung causalnya, setelah punsi lumbal, mikroba dibikkan, baru ditentukan terapinya apa. humm.., macem2.


ehmm..aku tak ingin membahas lebih banyak kalo mau info lebih lanjut, silahkan searching saja di syeikh gugel, pasti dia bakal ngasi info sebuanyaaaak banyaknya.


aku hanya ingin sikit bercerita tentang suatu hal. tapi, sebelumnya, sebelum ke inti, aku hanya ingin sedikit membahas soal MUI yg gak mau vaksin meningitis dari lemak babi.
hadduh..entahlah, aku bukan orang yang faqih soal fiqih. tapi, yg pernah aku dapet dari ustadz, jika belum ada alternatif untuk pengobatan dari yg halal, maka bahan2 yg harom pun dibolehkan macam lemak babi nihh. masalahnya, lemak babi itu pun hanya sebagai "pembawa" saja. yang bakal masuk ke sirkulasi itu bukan lemaknya, tapi, vaksinnya. Allahu'alam. mudahan saja pharmacist ke depan bisa membuat dan mendesain dari bahan yang bukan lemak babi. amiiiin.


satu hal luar biasa yang membuat aku takjub adalah PENCIPTAAN ALLAH yg LUAR biasa terhadap BBB (brain blood barrier) atawa sawar darah otak, di mana, sawar darah otak itu TIDAK DAPAT DIMASUKI OLEH ANTIBIOTIK jika TIDAK terjadi infeksi. sebaliknya, jika terjadi INFEKSI, barulah ANTI BIOTIK dapat menembusnya.

subhanallah...
maha Agung ALLAh..

bagaimana OTAK itu bisa tau, ini antibiotik, ini engga'?? padahal, ia kan juga terdiri dari bahan2 kimia???


maka, MAHA AGUNG ALLAH yg TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA dgn SEMPURNA!!!
SANGAT SEMPURNA!

Maka, memang tak ada lagi alasan bagi manusia untuk tidak bersyukur!
"Maka Ni'mat Tuhan mana lagi yang kamu Dustakan????"
semoga qta semua bisa mabil hikmahnya, dan dapat meningkatkan rasa syukur kita kepada Rabb, Pemilik Semesta...





Sehabis kuliah Farmakoterapi, Dzulhijjah 1430 H
Read More

Nelangsa



Betapa kemudian kumenyadari,
bahwa aku malu pada masa laluku...


pada kesalahan-kesalahan yang trus saja terulang...


"hanya keledai dungu yang terjatuh dua kali di luabng yang sama"


aku tak mau jadi keledai dungu!!


karena itu,
aku harus pergi dari MASA LALU itu!







"Sebelum ujian GMP...", 7 Dzulhijjah 1430 H
Read More

Aku Bukan Dokter!!!


Sesungguhnya, ada kesedihan yang cukup mendalam setiap kali aku pulang kampuang (maklum, aku memang orang kampung, dan insya Allah bertekad membangun kampuang aku itu. Intinya, setamat propesi ini, pengennya, baliak kampuang saja, kecuali untuk urusan blajar. Kcuali kalo aku ikut kuliah/blajar lagi setelah kuliah propesi ini jika Allah menghendaki. Setelah blajar itu, insya Allah pulang kampuang! Pokok’e pulang kampuang! Ihhh, maksaaa!)

Kesedihan itu macam ni,

Enggak nenek-nenek (ayek-ayek), uwo-uwo, uni-uni, amai-amai, abak-abak, biai-biai, etek-etek atau apalaah, bertanya padaku : “Pi, di mano kulia. Yeyen)* yo?” (artinya lebih kurang begini : Pi, kuliah di mana? IAIN ya? Hmm…, bacaan IAIN di leburr jadi ieien. Bacanya: yeyen. Hehe. Maap berat buat yg bernama Yeyen. Hihi. Hanya menuliskan kenyataan saja). “Indak Mak, Tek, Bak, Mai, Yek,….dst (sesuai jenis panggilan untuk yang bertanya). Di Unand.” “Oo..di Unand. Apo jurusan?” (sebagian malah nanya, “Unand. Dima tuuuh?” hwaaaa! Plis deeh, hari gini gak tau Unand! Hehe, memangnya Unand terkenal sangat gituuh? Terkenal sih terkenal, tapi gak sangat, kayaknya. Tapi Unand kan bertekad jadi universitas yang bermartabat. Hehe) “Farmasi” “apo tu Farmasi?”


Wait…wait..waittt…., kita ulang sekali lagi, “apo tu farmasi? Apa itu farmasi?????. Huaaaa…, amat sangat banyak yang tidak tau tentang farmasi ini. Aku tak tahu, apakah kampungku yang terlalu kampungan sehingga tak tahu farmasi, atau emang farmasinya yang gak terkenal. Kayaknya opsi kedua deeh. Karena, pengalaman teman2 lain di kampuang masing2 juga demikian. Mereka menghadapi pertanyaan yang sama pula. (atau, kampung kami yang sama2 kampuangan? Hihi). Lalu, dengan berbusa-busa kujelaskan, farmasi tuh begini..begini..dan begini…”

“Oo..bagian ubek-ubek yo?” (bagian obat-obatan ya?). biyasanya dengan segara aku mengangguk. Dalam ati : “hmmpphh…, syukurlah beliau ni paham.”

Lalu, pertanyaan selanjutnya kemudian menghempaskanku kembali jauh ke perosok jurang yang penuh dengan cadas, onak, dan duri. Hehe, lebay! “Oo.., dokter tuu yo?”

Hwaaaaaaa…., bukan dokter! Harus bagaimana lagi cara menjelaskannya?????????

Segera kumenggeleng cepaat. Lalu dibuntuti pertanyaan, “bisuak, karajono dimano tu?” (“trus, ntar kerjanya dimana?”)

Haddddddddddduuuuuuuuuuuuuuuuhhh… Toloooooooooooooooooong!!! Bantu aku untuk menjelaskan duuuuuung! Aku capeeeeeek dengan pertanyaan yang sama dan batinku sudah teramat lelah! (ini pe-lebay-an tingkat tinggi sangat. Ga segitunya kaleeeee….)

Hmm…., aku hanya ingin mengambil intinya sahaaajaa tho.

Semakin lama, aku semakin menyadari, ternyata aku berada di propesi yang ter-marginalkan. Propesi yang terpinggirkan, yang sama skali ga terkenal. Bukan! Bukan aku ngarep jadi orang terkenal koq. Hanya saja, masalah obat adalah masalah yang gak kenal ujan panas (hehe). Maksudnya ga kenal musim. Mau krisis, mau kaya, mau miskin, semua butuh obat. Karena sakit adalah niscaya. Omong2 soal obat, semestinya yang paling berwenang akan hal ini adalah pharmacist, tho? Tapi, ketika 100 % manusia di muka bumi ini butuh obat, kenapa ahlinya malah kaga dikenal yaaah? Itu maksudku gak terkenal tadi. Humm…,berartiii…., benar2 termarginalkan!

Meski kejadian macam ni hanya ada di Indonesia, tapi kan aku orang Indonesia. Berarti ikut merasakan dampaknya dung! Benar! Mataku baru terbuka lebar ketika diterangkan kenyataan macam niii. Pahit memang. Tapi, begitulah adanya. Padahal kuliah parmasi itu, minta ampuuun sulitnya! Kulia dengan tingkat kesibukkan tertinggi. (wajar ajah kalo anak parmasi itu wajahnya lebih tua dari umurnya dengan jerawat stress dimana-mana. Maklum, malam tak indah tanpa bintang, wajah gak indah tanpa jerawat. Hehe. Kecuali aku yg malah dibilang anak SMP. Hihihi. Apakah karena aku anak parmasi setengah-setengah. (waaaooo…). Gak laaah, insya Allah. Aku anak parmasi full koq.

Nah…nah…, ngeliyat kenyataan macam nii, sejujurnya, mataku jadi terbuka. Selama ni merem aja kali yaaa. Gak melek sama ilmu sendiri. Gak nyadar, kalo ternyata parmasi ntu yaaa beginilah. Sebenarnya ada banyak pekerjaan mulia yg dilakuin di parmasi (pengecualian berat untuk mafia perubatan itu yg banyaknya juga di bagian parmasi), kita juga mesti menegakkan dan meletakkan parmasi itu pada posisi yang bener. Maka, gak ada pilihan lain kecuali, ikut menegakkan perubahan itu! Kalo gak, yaaaa..silahkan saja tergilas jaman (yg semakin canggih niiy).

Empat tahun aku berada di parmasi, sejujurnya, jungkir balik aku menghadirkan cinta. Ternyata aku memang orang yang sulit untuk jatuh cinta. Tapi, kalo udah skali cinta, akan sulit juga untuk melupakan cinta itu(waaoooo…). Empat taon di parmasi, ternyata aku belum berhasil menghadirkan cinta tu. Bahkan, setelah gelar “sarjana farmasi” kusandang pun, aku masi meragukan, apakah aku cinta apa gak. Apakah, ada alat pengukur cinta yaaah? Apakah cinta itu terukur dan punya satuan (waaah.., kbawa2 MIPA’ers yang segala sesuatunya mesti saentifik alias terukur niiih! Hihi). Sayang, alat pengukur cinta ntu gak ada.

Dan, justru aku jatuh cinta pada parmasi setelah aku melewati sekian rentetan panjang perjalanan ini. Setelah aku melewati pendidikan strata satu di parmasi. (huumm…, ternyata jatuh cinta itu enak yaah? Kita jadi termotivasi untuk mempersembahkan yg terbaik. Hehehe). Yaaa, intinya, aku ternyata telah jatuh cinta sama parmasi ini.

Insya Allah, aku pun ingin mengambil bagian dari perubahan ini. Akupun ingin ikut berkontribusi. Aku juga ingin, pharmaceurical care itu bener2 diterapkan di negeriku yang gemah ripah loh jinawi ini. Sungguh, aku pun ingin ikut menjadi “agent of change itu.” Karena, perubahan itu adalah kepastian!” (hehehe, baruuu ajah ngutip dari album Shou-Har dari wmp niih).

Yaaaaph! Semangat! Semangat! Semangat!!!!

Dulu, waktu jaman masih idealis-idealisnya, malah kepingin jadi IRT took (jika ekonomi tak menjadi permasalahan tentunya. Tapi, kalo kondisi ekonomi mengharuskan untuk kerja sampingan di luar, yaaa apa boleh buat). Prinsipku, kuliah adalah salah satu media untuk membentuk pola pikir saja, di mana pun jurusannya. Karena kuliah bukan untuk nyari kerja. Karena dengan kuliah, secara tak langsung akan membentuk pola pikir yang lebih cerdas. Akan berbeda out put yg kuliah dengan yg enggak, bukan? (ini kaaan idealisnya, kubilang).

Tapi, setelah berinteraksi dan berintegrasi dengan kenyataan di lapangan, persepsiku sedikit berubah. Aku harus ambil bagian dari perubahan ini! Aku harus ambil bagian! Dan, mubadzir jugah kalo ‘ilmunya diendapkan begitu saja. Sayang banget kalo ilmunya gak diamalkan! Padahal, insya Allah ilmunya akan banyak memberikan manfaat bagi orang lain (bukankah sebaik2 orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain?) dengan kata lain, aplikatif banget. Dan, lahanku ini adalah salah satu lahan yang dibutuhkan oleh orang lain, karena seperti yg kubilang sebelumnya, yang namanya sakit, selama dunia belum kiamat, pasti akan tetap ada, tho? Selama itu pula, yg namanya obat, pasti akan selalu dibutuhkan. Apalagi, kalo era pharmaceutical care itu benar2 diterapkan, waaah angka kematian dan kesakitan akibat medication error pun insya Allah bisa lebih diturunkan bukan? Jadi kesimpulannya : IRT pekerjaan utama, lalu farmasis pekerjaan sampingan. (jangan dibalik! Karena pada hakikatnya, kluarga tetaplah yg utama. Pandai2 lah menyikapinya dan mencerdasinya, tho?)

Hmm…, mungkin cukup sekian sahaaajaaa curahan hatiku ini. Semoga membuka wacana, terutama bagi teman2 parmasis, dimana pun engkau berada saat ini.

Hehe, ‘afwan, rada-rada gokil neeeh. Hihihi.



(semalam sebelum TR**D*SKA. Training yang menyatukan srikandi2 ‘05 dalam moment indah kebesamaan sekaligus mengantarkanku pada titik kesadaran penuh. Mungkin, utk tataran kampus, ini adalah momen ngumpul2 terakhir kali yaaah? Oooh…, apakah kita memang akan meninggalkan dunia kampus yang penuh warna ini??? Mengingatnya, aku semakin merasakan, betapa enaknya menjadi mahasiswa. Hehe)
Read More

Anak-Anak TPA




Beberapa waktu yg lalu, singgah di Muttaqin lagih. Waaa, sudah lama rasanya ga’ asyar di sana. Biyasanya kulii teruus. Jadih, asyar nya sering di Mushalla Ukhuwwah saahaajaa. Beberapa “halaqoh” rapat ada di sana. Humm…, jadi taragak jugah rapek and cuap2 di sini lagi. Sudah sangat jaraaang. Huhu.

Setelah lipat mukenah, tiba-tiba dua anak TPA Muttaqiin mendekatiku, lalu menyalamiku layaknya seorang guru TPA. Kaget jugah siiih, disalamin macam tu. Tapi, kemudian aku jadi tersenyum saat melihat wajah2 polos mereka yang ceria. Masya Allah. Aku saaaangaaaat senang anak-anak. Kita orang, seronoooook sangat! (upin ipin mode : ON). Mereka menghibur sikit ke-paniangan-an-ku setelah melalui kuliah yang bagiku hmm…cukup berat. Kuliah manajemen (isinya ilmu ekonomi, ekonomi makro, ekonomi mikro, farmako ekonomi. Intinya gimana ciptain lapangan kerja yg sukses. Gak ada hubungannya dengan farmasi-kah? Hmm…, ada siih. Farmako ekonomi. Bisnis perapotekan. Lumayan bo, dosennya seorang eksekutif muda! Hoho).

Melihat anak-anak itu, dengan seragam mereka, dengan tawa ceria mereka yang tanpa beban, dengan tangis mereka jika salah satu ada yang dijailin, kembali melemparkanku pada masa-masa 15 tahun yang lalu. Lima belas tahun??? Sudah cukup lama untuk satuan waktu dunia tentunya.


Masih sangat lekang di ingatanku, ketika itu ada program “Wajib MDA” bagi siswa kelas 2-6 SD. (MDA = Madrasah Diniyyah Awwaliyah. Skarang lazimnya TPA). Waktu itu, ada “sidak” dari wali kelas :
“siapa di antara kalian yang tidak ikut MDA kemaren sore?”
Aku dengan (polos dan lugu, hehehe) waktu itu angkat tangan. Waaa, rupanya hanya aku sendiri yang tak ikut MDA. Ibu wali kelas bilang, “tidak boleh ikut sekolah kalo tidak ikut MDA. Silahkan pulang saja! Boleh ikut sekolah kalau sudah ikut MDA.”
Hhwaaaa…kyaaaaaa….

Aku waktu itu pulang dengan menangis. Huuhuhu. Kan critanya diusir dari kelas dan gak bole ikut blajar hari tuu. Eheem…, seharusnya kaan, “Horrrreee, gak sekolah hari ini. Horreee.., bisa main-main!”. Ups! Stop! Setooooooooop! Ini pemahaman yang keliru sangat! Hehehe.

Hummm.., bukannya apa-apa siiih, aku tidak ikut MDA bukan karena ibuku gak seneng kalo aku ikut ngaji. Bukaaan! Tapi, aku sudah diajarin ngaji dan baca Qur’an sama ibu di rumah, jadi gak perlu MDA lagih. Toh, kan sama saja intinya. Sama2 blajar Al Qur’an. Iya tho?? (oooh…, ibuku madrasatul’ulaa terbaikku. Huaaaaa…, taraagaak pulaaaang. Pengen pulkam. Hiks..hiks..).

Karena program wajib MDA itulah akhirnya aku diantarkan Uwo sore2nya untuk masuk MDA. Waktu itu di MDA masi Iqro’ dan juz ‘Amma yang dibaca begini “ alif diateh aa , A. ba bawah I, Bi. Ta depan u, tu”. Hoho.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, program wajib MDA kemudian meluntuur. Akhirnya, muridnya semakin mengalami reduksi. Hingga, kelas 5 MDA, yang tersisa itu muridnya Cuma 3 orang. Tapi, meski muridnya Cuma 3 orang, Bu Nam (guru MDA ku itu) tetap setia mengajar kami. Terima kasih, Bu. Semoga menjadi amalan shalih yang memberatkan timbangan kebaikan di akhirat nanti. Amiiin.

Kembali ke kisah anak-anak TPA itu.
Aku benar2 apreciate terhadap mereka. Sungguh! Semoga ajah mereka menjadi generasi penerus perjuangan da’wah ini kelak. Amiiiin.

Hanya saja, aku terpikirkan tentang satu hal. Kadang, orang tua sepenuhnya menyerahkan tanggungjawab itu kepada TPA saja. Kalo udah ngaji di TPA yaa sudah! Tak perlu lagi ngaji di rumah. Padahal, semestinya kan orang tua ituu (terutama ibu) yang menjadi madrasatul ‘ula, sekolah pertamanya yang ngajarin anaknya dulu. Termasuk urusan blajarAl Qur’an ini.

Kadang2 agak sikit heran. Hmm…, begini. Orang tua tuh kepingin anaknya pinter ngaji, rajin baca Qur’an, shalih/ah tapi, ia sendiri ga’ ngajarin. Bahkan Cuma nyuruh ngaji ajah, tapi ga’ ngasih contoh sama anaknya dengan merutinkan baca Qur’an di rumah. Missal niiih yaaa, “Naaaak! Ayo! Ngaji sono!” tapi mak nya sendiri kemudian (beberapa saat setelah nyuruh) malah ngidupin tipi buat nonton sinetron. Jadi, kan kaga singkron antara perintah sama khudwah. Iya tho?

Anak2 jaman skarang yg umurnya 3-6 tahun itu kebanyakan sssiiiihh, lebih pinter nukar channel siaran tipi, ketimbang demonstrasi sholat. Lebih apal nyanyi band kluaran terbaru dari pada do’a-do’a dan ayat2 pendek, misalnya. Mungkin, niru mak nya kali yaaah? Maklum, umur2 segini mereka kaaan jadi plagiat paling ulung sedunia.

Wadduhh, ‘afwan yaah. Ini gak menggeneric kan koq (generic?? Obat yaah? Hihii), maksudnya gak menggeneralisir semua ibu macam tuuu koq. Engga! Ini mungkin hanya seperskian saja dari sekian banyak ibu-ibu. Bukan pula berlagak sok tawu (aku kan belom punya anak. Hoho. Adanya pona’an). Setidaknya, sebagai seorang pengamat (yg bisanya Cuma ngamati doang, plus komentar. Hihi. Bukan pemain yang terjun ke lapangan dan ikut the play. Hmm…, insya Allah suatu saat nanti, kalo Allah menghendakinya di dunia ni. Hehe), Cuma ini yang bisa kucermati.

Mudah2an generasi selanjutnya akan lebih baik lagih. Maka, gak ada pilihan lain, slain membaguskan dulu calon ibunya. Pasti  stiap orang pengin anaknya sekolah di skolah paporit, bukan? Kalo ditanya, missal niih, “kenapa mau nyekolain anak di sekolah bla..bla..bla..?”. Hampir bisa ditebak, jawabannya begini, “Ya iyalaah, sekola bla..bla..bla…itu kan sekolah bagus! Program2nya keren, disiplin, dan lingkungannya bagus”, serta sejuta alasan indah lainnya. Nah, bagaimana kalo stiap ibu adalah sekola pavorit itu. Bagaimana jika madrasatul ‘ulaa itu adalah madrasah2 paporit yang selayaknya dirindukan oleh semua orang (kalo istilah Pak Ary Ginanjar ini adalah anggukkan universal, tho?), Tentulah out-come yang dihasilkan juga luar biyasaa. Mereka yang insya Allah, mengusung peradaban ini kelak! Barangkali, merekalah generasi yang ditunggu-tunggu itu. Allahu akbar!!!

Read More

Tatsqif Edisi Fiqh bersama Ust. Dzul 'Adli, LC



Alhamdulillah, tatsqif  kali ini bersama USt. Dzul ‘Adli, membahas masalah FIQH. Sejujurnya, kalo masalah Fiqh ini, memang ga’ ada abis-abisnya yah? Akan selalu bermunculan pertanyaan-pertanyaan. Bahkan, kata akhwat yang duduk disebelahku kemaren, “Andailah pembahasan fiqih ini dari pagi sampai sore, mungkin daku takkan bosan mengikutinya.” Hehe. Kurasa pun begitu. Pasalnya, kuliah dari jam 8 sampai jam 4, istrahatnya Cuma sholat dan makan doing, bikin ngantuuuk sangat, tapi, pas di nurul ‘ilmi malah segarr dengerin materinya. Hihi.

Oh ya, pembahasan kali ini ga’ ada penyampaian materinya. Hanya menjawab pertanyaan yang melimpah2 dari tatsqif sebelumnya (tasqif sebelumnya belum di ketik, heheh). Saking banyaknya pertanyaan, ga’ sempat dijawab di edisi lalu, dijawab sekarang. Itu pun, yang dijawab skarang ga’ cukup jugah waktunya dan masih menyisakan bon pertanyaan untuk tastqif edisi Fiqih slanjutnya. Waaaooouu…, masya Allah.

Baiklah, langsung ke pertanyaan ajah yah.

1.      Saya pernah baca ustad, kalo yg istihadhoh itu harus menunggu 15 hari duu. Lepas dari 15 hari, baru dogolongkan sitihadhoh. Lalu, bagaimana dengan orang yang kebiasaan haid nya adalah 7 hari, lalu ternyata hari ke-8 sampai 15 ia masih haidh, dan hari ke-16 sudah tergolong istihadhoh. Apakah sholatnya di hari ke-8 sampai 15 harus di qodho?
jawab : Istihadhoh itu tidak mesti nunggu 15 hari! Jika sudah kluar dari kebiasaannya (missal seseorang kebiasaan haidnya 7 hari, maka hari ke-8 sudah tergolong istihadhoh). Mereka tetap suci. Dan dapat melakukan aktivitas ibadah layaknya orang yang sudah suci. Bedanya, setiap kali sholat harus berwudhu’. Tidak perlu stiap kali sholat harus mandi dulu. Harus disegerakan waktu wushu’nya dengan sholatnya. Jangan ada jarak waktu.
2.      Jika seseorang ketiduran di waktu isya’, bagaimana ustadz?
Jawab : ia boleh melaksanakan sholat ketika ia terbangun.
3.      Bagaimana jika kita lupa raka’at sholat dan tidak sujud sahwi, ustad?
Jawab : kalo lupa raka’at sholat, diambil yang paling diyakini jumlah raka’atnya. Sujud sahwai itu tidak wajib tapi sunnah mu’akad. Tidak apa-apa kalo tidak sujud. Hanya saja yg harus diingat, syetan senantiasa mengacaukan dan mengganggu orang yg sedang sholat dan akan bergembira atas itu. Jadi, untuk membuat syetan kecewa dan menangis karena keberhasilannya, makanya kita sujud dan mohon ampun kepada Allah.
4.      Bagaimana jika kita dalam perjalanan, missal padang Jakarta selama 3 hari. Apakah selama di Jakarta kita menjama’/mengqashar sholat sementara kondisinya sudah memungkinkan untuk sholat seperti biasa.
Jawab : jika perjalanan kita kurang dari 4 hari 4 malam, maka kita masih berstatus musafir dan SEBAIKNYA kita MENERIMA RUKHSAKH yang Allah berikan, karena Allah senang jika hamba-Nya menerima hadiah dari-Nya. Namun, jika didekat tempat domisilinya ada mesjid, dan dikhawatirkan akan menjadi fitnah jika dilihat tidak sholat, maka sebaiknya sholat ke mesjid saja.
Jika perjalananya > 4 hari, maka rukhsakh nya hanya untuk diperjalanan pp saja. Allahu’alam
5.      Apa hukumnya niat dalam bahasa Indonesia?
Jawab : niat itu tidak mesti dilafadzkan. Karena Rasulullah tidak pernah mencontohkan demikian. Sebagian ulama menggolongkannya kepada Bid’ah. Sebaiknya tidak dilakukan karena Rasulullah tidak melakukan hal demikian.
6.      Bolehkah berambut gondrong dalam Islam, karena sunnah Rasulullah?
Jawab : rambut gondrng adalah sunnah yang tingkatannya sangat rendah. Sunnah yang kuat itu adalah yang rasulullah UCAPKAN atau LAKUKAN. Penampilan fisik itu tidak terlalu kuat. Apalagi bertentangan dengan zaman. Di zaman sekarang malah rambut gondrong tergolong preman. Dari pada mendatangkan fitnah, lebih baik sesuai kelaziman saja. Lebih baik, mengamalkan sunnah yang tingkatannya lebih tinggi saja.
7.      Jika kita sholat sendiri, lalu ada orang yang berjama’ah. Bolehkan kita memutus sholat sendiri untuk ikut jama’ah?
Jawab : TIDAK boleh. Sholat fardhu’ tidak boleh dihentikan/diputuskan kecuali jika ada hal2 yang mencelakakan dan dibolehkan oleh syari’at. Kalo hanya utk jama’ahan gak bleh. Mending ditunggu saja orang yang mau sholat lainnya.
8.      Kalo qiyamullail boleh dilakukan ba’da isya’, bagaimana dengan tahajjud, ustad?
Jawab : sebenarnya itu hanya masalah istilah saja. Maksudnya tetap sama, yaitu qiyamullail. Jadi, boleh dilakukan sebelum tidur. Hanya saja lebih afdhol kalo dilakukan setelah tidur sepertiga malam terakhir.
9.      Mengapa musibah hanya menimpa Negara islam, kenapa tidak di amerika atau Israel?
Jawab : itu adalah hikmahnya Allah. Adzab Allah tidak mesti ditimpakan di dunia. Bisa jadi Allah sengaja menundanya agar mereka terus2an dengan kelalaian mereka. Satu yang harus diingat : ALLAH TIDAK PERNAH LALAI TERHADAP HAMBA-NYA. Jika kita mendapat musibah, jadikan saja sebagai peringatan bagi kita.
10.  Gusi berdarah, tertelan darahnya, apakah haram, ustad?
Jawab : islam itu adalah rahmatan lil ‘alamiin. Sesuatu yang sulit dihindari, dimaafkan, seperti gusi berdarah tsb
11.  Beolehkan mengakhirkan isya’ untuk sekalian tahajjud?
Jawab : boleh, asalkan rumah tidak dekat mesjid yang memungkinkan untuk sholat jama’ah di mesjid.
12.  Bolehkah sengaja masbuq agar bisa sholat sunnat rawatib dulu?
Jawab : tidak boleh. Jika kita sedang sholat sunat lalu iqamat, sholat sunnatnya harus diputus dan ikut sholat jama’ah, kecuali kalo udah hamper salam.
13.  Bolehkan lewat di depan orang sholat?
Jawab : jika sholat berjama’ah dibolehkan, keculi lewat didepan imam. Kalau tidak, bagaimana dengan orang yg batal wudhu’nya, bukan? Yg tidak boleh adalah lewat di depan orang yg sholat sendiri, atau masbuq. Orang yang sholat harus menghalangi orang yang lewat di depannya.
14.  Kita kan ga’ boleh sholat di dibalakang kuburan/menghadap kuburan. Bagaimana dengan nabawi yang ada maqam rasulullah?
Jawab :untuk maqam nabi itu dimaafkan, karena awalnya di sana dulu bukan mesjid. Itu terjadi keran perluasan mesjid saja. Ulama sepakat itu tidak apa-apa. Yg terjadi skarang, banyak yang sengaja membangun mesjid didepan kuburan, atau sebaliknya menguburkan orang di depan mesjid. Ini yang tidak boleh
15.  Apa beda mani, madzi, dan wadi?
Jawab : (ini sudah dibahas juga sebelumnya), kalau mani dikeluarkan waktu syahwat, madzi dikeluarkan waktu pertengahan syahwat dan wadi dikeluarkan setelah buang air kecil. Semuanya dihukum najis kecuali mani. Tapi, walaupun mani, tetap harus dibersihkan karena dikhawatirkan bercampur dengan madzi. Mengenai wajib atau tidak untuk mandi disebabkan kluarkan madzi bukan dengan syahwat, masih ada perbedaan pendapat ulama. Sebaiknya mandi, untuk lebih berhati-hati.
16.  Darah yang dibolehkan untuk dibawa sholat berapa ustad?
Jawab : kalau menurut abu hanifah, sebesar logam maksimal, masih dimaafkan. Darah nyamuk dimaafkan. Tahi cicak jg dimaafkan. Jika tangan berdarah banyak, darahnya dibersihkan sampat yang tidak bisa dibersihkan lagi. Alcohol juga, bukan alkoholnya atau dzatnya yang najis tapi, sifatnya yang najis.
17.  Jika air sumur keruh, bolehkan digunakan untuk wudhu’?
Jawab : boleh, jika keruhnya karena alam/alami.
18.  Hukum dipendekkannya “wr wb”?
Jawab : sebenarnya kan hanya untuk tujuan meringkas saja. Untuk msalah ini, tak perlu terlalu dipermasalahkan
19.  Jika telat rapat/syuro, apakah mendzolimi suadara?
Jawab : SANGAT MENDZOLIMI. Sebaiknya biasakan tepat waktu
20.  Apakah tanda2 sholat khusyu’, ustad?
Jawab : jika kondisi hati setelah sholat lebih tenang dan lebih baik dari sebelum sholat. Karena khusyu’ itu akan mempengaruhi hati
21.  Di kampung ana,memakai kaous kaki ke mesjid itu tidak lazim. Ana khawatir akan mendatangkan fitnah. Bagaimana cara mengatasinya ustad?
Jawab : menutup aurat itu wajib, termasuk kaki. Tapi, kaus kaki juga bukan satu2nya penutup kaki. Bisa juga dilakukan dengan memakai sarung yang keododran. Karena tanah bukan najis. Tetapi, akan lebih baik jika dikomunikasikan ke masyarakatnya.
22.  Tahlilan keras2 di mesjid itu gimana ustad?
Jawab : itu termasuk bid’ah, tidak usah diikuti. Tapi, sebagian ikhwan banyak yg mengambil tindakan dengan pergi meninggalkan mesjid waktu tahlilan. Sebiaknya tidak dilakukan karena mendatangkan fitnah, mending dzikir saja dengan dzikir2 yang RAsulullah anjurkan/ sunnahkan
23.  Bolehkah wanita haidh memegang Alqur’an ustad?
Jawab : tidak boleh! Tidak boleh memegang, membacanya untuk maksud ibadah. Dibolehkan untuk yang menambah hafalan atau mempertahankan hafalan. Do’a-do’a yang ada ayat al qur’annya juga dibolehkan.
24.  Bagaimana jika kita wudhu’ tapi gak untuk sholat?
Jawab : dibolehkan, bahkan dianjurkan untuk terus mempertahankan wudhu’nya.
25.  Bolehkah wanita melalukan ziarah?
Jawab : awalnya dilarang lalu dibolehkan. Tapi, jika berziarah, cukup mengucapkan salam dan mengambil I’tibar dari kematian saja. Tidak perlu tilawah atau membaca surat yasin di sana.
26.  Apakah sama sholat sunnat fajar dgn sholat sunat rawatib sebelum subuh?
Jawab : sama! Karena sholat subuh itu adalah sholat fajar.
27.  Bolehkah kita beramal dengan memperhitungkan pahala?
Jawab : bole, karena rasulullah pun menyuruh kita beramal agar mendapatkan surga.
28.  Bolehkah makan dan merokok dimesjid?
Jawab : boleh makan. Tapi kalo merokok, jangankan di mesjid di manapun tidak boleh, karena hokum rokok adalah HARAM. Mui saja yang kurang tegas sehingga mempartisi bagian orang2 g diharamkan merokok.
29.  Bolehkah istighosah di makam?
Jawab : hokum istighosah, dzikir bersama saja masih diragukan, apalagi di makam. Sebaikanya ditinggalkan saja.
30.  Bagaimana jika sujud sajadah tiap subuh?
Jawab : ini termasuk bid’ah, karena Rasulullah tidak contohkan. Yang dianjurkan itu pada jum’at pagi tapi tidak boleh dirutinkan juga karena dikawatirkan akan dikira sebagai kewajiban.
31.  Pacaran apakah tergolong musibah agama?
Jawab: sangat tergolong musibah agama!
Karena stiap aktivitas pacaran itu ada;ah zina.
32.  Alqur’an di HP bolehkah dipegang ketika haid?
Boleh : karena yg dilarang itu adalah memegang mushafnya. Tapi, membaca AL Qur’an dari HP tetap haram, kecuali untuk mempertahankan/menambah hafalan tadi.
33.  Jika hujan bolehkah dijama’ sholat?
Jawab : dibolehkan. Tapi, jika gak ada udzur yang terlalu memberatkan sebaiknya tak usah dijama’ ketika hujan
34.  Bisakah orang yang sholat sendiri diangkat jadi imam?
Jawab : bisa. Bahkan yang sedang sholat sunat sekalipun.
35.  Pakaian yang terkana najis, tapi tidak memungkinkan untuk menggantinya, bolehkah dibawa sholat?
Jawab : tidak boleh. Najisnya harus dibersihkan dulu. Gak papa kalo sholat dalam keadaan pakaian basah dari pada bernajis.

Mungkin demikian saja. ‘afwan, Cuma ringkasan saja. Semoga bisa kita amalkan bersama-sama. Amiiin.
Read More

Bikin Phas Photo Murah, Cepat 'n Berkualitas?


 
Kebingungan nyari tempat bikin pas photo? Atawa, tampek baserak tapi ndak sreg? Atau, nyari yang photographernya cewe biar nyaman dieditin. Hehe…, mungkin kamu perlu mencoba di Al Hurriyyah Photo. Nyediain pembuatan pas photo cepat, lebih kilat dari kilat (hehe, lebay!).

Cukup 5-10 menit saja. Photo langsung edit. Harganya, benar2 amat sangat es te de skali. Stengah harga pasaran. Bahkan sepertiga harga pasaran. Hasilnya, insya Allah memusakan pelanggan (Tanya ajah ke mereka yang pernah nyoba).

Tertarik???
(yaa iyaa laaah!)

Datang ajah ke wisma Al Hurriyyah,
Jalan Irigasi RT 01 RW 02 (samping puskesmas Pasar Baru), Kel. Cupak Tangah, Kec. Pauh, Padang

Insya Allah Hasilnya memuaskan.
Menerima photo close up jugah.

Catatan : ini girl only yaah! _^
gak bwt cowok



Read More

Tentang Fathel




Assalaamu’alaykum Warohmatullaah Wabarokaatuh…

Sahabat, terima kasih yaah, sudah bersedia mengunjungi rumah mayaku ini. Aku selalu berharap, semoga apa yang aku goreskan di sini, dapat engkau bawa pulang. Bermanfaat bagiku, bagimu dan bagi kita semua.

Sedikit tentang aku.
Kamu bisa panggil aku Fathel. Ya, cukup Fathel saja yah. Jangan disingkat dengan ‘Fath’ segala. Bukannya tak suka, tapi, panggilan Fath akan membuatku sulit untuk mendelete banyak memory masa lalu yang ingin kulenyapkan. Hehe. Sebelumnya, perlu kujelaskan kepadamu bahwa saia ini perempuan, akhowat, wanita, girl. Jadiii, sebelum lebih banyak yang terlanjur menyapa diriku dengan sebutan “akhi…” (sudah sgt buanyak malah. Huhu). Ini hanyalah tindak preventive sebelum lebih banyak lagi yang salah. Hehe.
Humm…, banyak yang bilang aku adalah Ransel Girl. Hehe. Ya, akhwat yang demen pisan pake ransel ke mana-mana. Gak kemahan, gak kondangan…teteup ajah ranselnya kaga ketinggalan. Hehe. Ya, begitulah. Ransel hitam yang setia menemeniku sejak akhir tahun satu kuliah dulu itu, begitu deket di hati. Sekarang, gak peduli si ransel mau kumal apa enggak, yang jeles diriku teteup setiaaaa. Jiaaahhh…

Aku dan blogging.
Aku ngeblog sejak tahun 2007, sejak pertama kali diperkenalkan oleh tim web nya LP2I (Lembaga Pustaka dan Penerbitan Islami) di kampus. Sejak itulah aku ngeblog. Jadi, blogku ini sudah mengalami beberapa kali perubahan suhu dan cuaca (halaaah, memangnya prakiraan cuaca apah? Hihi). Pada akhirnya, hitam (yang tampak elegance) jadi pilihan. Hoho.

Aku menyukai banyak hal. Sukaaaaa buuuuanyaaaak haaaaaal (versi lebaynya). Yang pertama, segala sesuatu yang berbau tulis menulis (emang tulis menulis bau apah gituh? Hee…). Aku menyukai dunia tulis menulis sejak SD (my first short story itu di kelas VI SD berkisah tentang puasa). Bikin cerpen sih sudah lebih dari 300 judul. Tapi, yang dipublikasikan mah baru sedikit. Sangat sedikit. Maklum, masih amatiran!

Novelku, ada 4 judul. Novel pertama, ditulis waktu kelas 3 SMP. Berkisah tentang seorang gadis penyuka matematika (yg gw banget sih waktu itu, hehe). Rada-rada sains fiksi geetoh. Novel kedua, 100 % roman picisan. Haha. Jadi malu kalo ngebacanya lagi. Novel ketiga, ini nyampur, ada unsur sains fiksinya juga. Tapi, tema besarnya, masih kisah hati, tapi versi ikhwan akhwatnya. Hehe. Nyang ini hampir 200 halaman word font standar spasi satu setengah. Novel keempat, sains fiksi lagi (demen bet ama sains fiksi nih ya?) yang berkisah tentang gombal warning eih global warming. Novel ke-lima, still in progress (yang belom jadi2 jugaaa dan gak dilirik2 lagi, udah berbulan-bulan) mengangkat teman besar, about pendidikan anak.

Kalo artikel, essay, opini dan sejenisnya… juga udah bejibun sih. Sebagian ada yang dipublish di situs eramuslim, situ dakwatuna, situs HOKI (harian online kabar Indonesia). Tapi, kebanyakan, diaplod di blog ini. Yaah, itung2 mewarnai wacana dunia laah (halaaaah!). Topik tulisannya macem-macem. Hehe, kata temen-temen, aku suka mikirin sesuatu yang gak dipikirin orang lain. Hihi. Bahkan, jika kamu-kamu di suatu kesempatan, kebetulan duduk di sebelahku di angkot…bisa-bisa aja esoknya ceritamu sudah tampil di blogku. Hihi. Jadiiii, apapun yang berserakkan di sekeliling, semua jadi tulisan. Lebih tepatnya, SEMUA JADI PELAJARAN! Kalo ditotal, udah hampir 300 halaman words, times new roman 12 pt, 1.5 spasi (lengkap bet deskipsinya, kayak sarat lomba penulisan ajah. Hihi). Insya Alloh mau dibukuin, tapii…still in progress edittingnya… Itu pun kalo ada penerbit yang melirik. Kalo tak, biar aye bikin penerbit sendiri ajah ntar (halaaah, gayaaaaa!). Yaah, begitulah, karena nge blog ini memfasilitasi publikasi segala tulisan dan curhat-curhatku, makaa….. aku sukaaaaa banget nge-blog!

Hobby yang kedua adalah…taraaaa….design! Aku suka design. Plus-plus-plus…photo editing. Ya, ngeditnya pake Ayam soup, bakso soup, soto soup, dan photo shop. Sikit-sikit blajar corel jugak, tapi masih sangat jauh dari bisa. Hehe. Makanya nih yaah, aku makin cintaaaa nge-blog, soalnya selain publish tulisan di blog, aku juga bisa nyalurin hobby ngedesain-desainnya, geetoh.

Hobby ketiga, photografi. Yaah, walau masih amatiran nih ya. Dan walaupun kameranya juga masi pocket camera, tapi..teteup ajah sukaaaaa moto2 apapun. Katanya sih, ini bukan soal kameranya, tapi soal photografernya. Seperti apapun kameranya, kalo phografernya oke, hasilnya teteup bagus (haha, nyari alasan. Bilang aja, kagak punya!). Jadi, di berbagai momen, aye terkenal jadi tukang photo. Soal hasilnya, pun masih jauh dari propesional laah. Yang penting tak brenti blajar tho. Dan, semakiiiiiiin cinta, cinta dan cinta sama dunia blogging, sebab blog ini juga memfasilitasiku untuk mempublikasikan hasil photo2ku yang masih amatir itu. Hehe.

Hobby keempat itu, yaah blogging itu sendiri. Biasanya aye bisa lupa waktu kalo udah berkutat dengan dunia per-blog-an. Paraaah… Sampai-sampai, temen-temen bilang, ini si Fathel, kalo udah depan laptop, pasti jadi autis deh. Lupa ama lingkungan. Bahkan, kalo gempa pun (secara kan kita berada di negeri gempa nih), dia mungkin gak nyadar. Ini lebay apah alay yah? Gak segitunya kaleeee. Hihi. Ini blog, udah mengalami beberapa kali perubahan dan di otak-atik sedemikian rupa. Hehe. Dikit-dikit, nyoba blajar bahasa css, bahasa html, ASP javascript dan sejenisnya. Bela-belain hunting dreamweaver dan sejenisnya, biar bisa coding-coding-an. Tapiii, teteup ajah masi sangat jauh dari mahir. Hehe. Namanya juga blajar yaah.

Hobby selanjutnya, apa lagi yah? Hadeuuh,kebanyakan sih! Jadinya gak ada yang mateng! Hehe. Aye juga suka ama video editing. Walaupun (lagi-lagi) masih amatiran jugak. Heuu… Biasanya pake Ulead Video Studio, dan syukur-syukur bisa Adobe Premiere. Yang Premiere ini sih udah nyoba, tapi lepi aye mohon ampun dia, kebanyakan program. Ngadat deh. Jadi, terpaksalah dia ngalah. Plus…plus..plus…dunia animasi jugak. Pake adobeflash or macromediaflash. Lagi demen2nya blajar ini sih, walaupun, lagi-lagi, hasilnya masih jauuuuuuh untuk dikatakan baik. Hihi.

Selanjutnya…aye punya hobby ngajar orang. (bukan nge-hajar orang loh yah, karena saia bukan preman.) Hihi. Sukaaa ajah ngajar dan dunia pendidikan. Makanya, aye sempet bikin bimbel di rumah, buat anak-anak SMA. Bimbel matematika. Aye juga suka dunia ke-psikologi-an. (aneh bet yah, anak farmasi malah demen nulis, desain, ngajar dan psikologi. Trus apa aye tak cinta ame farmasi? Yaa cintaaa laaaah! Klinis apalagi. Aye suka farmasi klinis).

Hobby selanjutnya, gambar. Lebih tepatnya nge-gambar rumah dan bangunan. Dulu, waktu kecil, suka banget nge-desain rumah impian. Pokoknya sukaaaa ajah. Plajaran matematika yang paling kusuka juga adalah dimensi tiga (yg notabene bercerita tentang bangun ruang) dan aljabar. Cita-cita diriku yang tak kesampaian itu adalah…arsitekur. Humm…Alhamdulillah, farmasi menurut Alloh yang terbaik… dan insya Alloh ini adalah yang terbaik.

Meski banyak yang aye suka, tapi banyak pula yang aye tak suka. Yang sulit dan berat bagiku itu adalah, pertama…bahasa inggris. Bahasa inggris yang jauuuuuuuuuuh dari standar. Jauuuuuuh untuk dikata baik. Tapi, untuk ini, aye akan berusaha, insya Alloh, buat menjadikan diriku sukaaaaa dan cintaaaaa… HARUS CINTA! Sebab, berasa bet pentingnya. Hehe. Yang enggak terlalu diriku suka yang kedua adalah music. Kecerdasan musiknya, low banget. Kalo ini sih, diriku gak terlalu maksa diri buat cinta. Ya sudahlah. Hehe. Aye juga kaga terlalu suka nonton, kecuali berita dan pilem2 yang direkomendasikan banyak orang ajah. Di hardisk, diriku nyimpen banyak pilem, tapi yang aku tonton itu sikiiiit bet. Hihi.

Oh yaaa, soal karakter siih (sudah kebaca pun dari awal keknya), sangunis abisss, idealis spontan, fluktuatif, ceria, dan selalu bersemangat (kalo lagi semangat). Ya iyalah yah? Hehe.

Aye anak pertama dari lima bersodara (yang sekarang tinggal empat). Adekku yang kedua, ikhwan. Dia ini niiih, plegmatis abis. Pendiem. Kalem. Cool. Tapi, dia jago banget soal otak-atik alat-alat elektronik. Macem-macem ciptaannya nyang selama ini ndak pernah orang lain bikin. Dia pernah bikin senter dari pena. Hehe. Unik sih. Segala barang elektronik buanyak nyang kenak bongkar sama dia ini niih. Makenye, aye saranin, entar kalo kuliah pilih jurusan elektro ajah, dik. Adek yang selanjutnya, tolak belakang sama si adekku yg ikhwan ni. Kalo ini niih, dia sangunis abis. Jagoooo banget nyanyi. Kecerdasan musiknya jauh di atasku. Dengan mendengar ajah, dia udah tau apa notasi musiknya, do re mi fa sol la si nya. Sesuatu yang bagi aye sulit bet. Dan juga, dia jadi tempet curhat temen-temennya. Dia demen psikologi juga keknya. Makanya, aye saranin, ntar masuk psikologi ajah. Nah, nyang paling bungsu, nyang paling melankolis. Paling bijaksana. Dan paling suka nabung. Dia ini nih, kalo soal bagi membagi sesuatu, biasanya kami percayakanke dia. Lebih fair dia. Nah, cita-citanya si adek bungsuku ini adalah pengin jadi hakim, katanya.

Yah, demikianlah perkenalan dari saia yang sangat panjang ini. Biasanya, banyak yang alergi matanya baca tulisan panjang. Hehe. Tak ape. Maa fii musykilah lah. Gak masalah. Sing penting, kolom “tentang fathel” aye terisi penuh. Hihi.
Read More

Aku Merindukan Spirit Itu



Hummm…, mungkin ini sedikit cerita saja. Semoga kita semua bisa ambil hikmahnya.

Setelah meneruka perjalanan dengan atmosphiere yang berbezaa, akhirnya, aku menyadari betapa aku telah jatuh cinta pada jalan ini, pada ukhuwwah yang indah ini, pada semangat-semangat yang tak kenal lelah, pada wajah-wajah letih yang masih menyisakan spirit luar biasa, pada indahnya kebersamaan saling bergenggaman tangan menapaki langkah ini. Bersama.

Sungguh, aku merindukan spirit itu.
Sangat!

Humm…
Huufff…
Bukannya apa-apa, kesibukkan kuliah profesi sering kali membuatku tak bisa sekedar “menyempatkan diri”untuk lebih dalam menyelami dunia yang slama ini kulakoni. Sungguh! Aku merasa sangat menyesal dengan begitu banyaknya amanah yang terlalaikan.
Selama ini yang terbentuk di paradigm kami adalah, “kuliah profesi, kuliah dengan jadwal yang sangat sibuk, dan kuliah di mana telah melahirkan begitu banyak ke”futur”an. Dunia di mana secara morfologis, ada beberapa orang yang telah mengalami dilatasi.
Read More

M.L.M

Aku semakin menikmati bisnis MLM yang semenjak 5 tahun lalu dikenalkan seorang teman sekos yang kamarnya di pojok letter L bangunan bercat hijau yang khas dengan alunan suara Al-Ghamidi. Sebuah bisnis terbaik yang pernah kukenal, setelah sekian lama waktu itu aku menolak berbagai macam MLM yang dikenalkan kepadaku.  Dan aku bahkan berani berkata, inilah MLM terbaik yang pernah ada yang menjaring manusia bahkan diseluruh dunia. Mengalahkan apaun jenis MLM yang katanya terbaik dan tersohor itu.
Syukur yang tak terkira, ternyata hidayah-Nya itu mampir di relung hatiku. Aku hanya ingin, menjadi seorang pebisnis MLM yang terbaik, yang bisa mencapai bintang seratus. Dan, cukuplah Allah yang akan menjadi pemberi ganjaran atas bisnis itu.
***
Lima tahun lalu...
Peluh mengucur dari kening wajah oval milik Vara, teman SMP-ku itu. Hidungnya yang sedikit bangir itu bahkan sedari tadi sudah memunculkan butiran-butiran seperti mata air, juga disebabkan oleh cairan sisa ekskresi berupa garam mineral itu. Namun, itu tak cukup mengendorkan semangatnya untuk bercerita kepadaku yang semenjak tadi berjuang melawan kantuk.
„Pokonya dijamin seru deh, Ra!“ Ujarnya semangat saraya meneguk jus jeruk yang kusodorkan. „Kisa dapet bonus-bonus yang so pasti menarik. Buat nambahin uang saku githu lho..“ Lalu kemudian, gelas berisi cairan orange itu kembali diteguknya.
„hm.. githu yah?“ Paling aku Cuma bergumam kecil, tersenyum, mengangguk, atau sesekali mengernyitkan dahi atau mendelik heran.
Read More