Pola Asuh Anak


Hehe, di samping aku khawatir sama anak-anak itu, tapi, lebih sering, aku menikmatiiii…banget bersama mereka. Hhay, kadang2 malah lebih sering ngobrol dan mencandai anak-anak dari pada pasiennya. Walaaaah..walaah…!

Hmm…, ndak bisa diitung lagi deeh berapa anak yang udah “berteman dengan diriku.” Hihi. Halaaah, lebay! Bisa lahh, masa’ ga bisa diitung siiiih. Hehe. Selain yang menjadi pasien, ada buanyaaaak anak-anak yang ada di RS iniiih.

Eeh…, jadinya banyak belajar juga deeh. (ini diliyat dari sisi lainnya loh yaah. Walau bagaimanapun, diriku tetep ga sepakat anak-anak dibawa ke RS!). Rata-rata “yang kuincar” itu adalah anak-anak yang murnya 1 tahun lebih hingga 4 tahun lebih sikit (karena umur ini belom usia sekolah, jadinyaa lebih sering di RS. Kalo udah sekolah mah jarang karena mereka sekolah kan yah?)

Ada Cica, Ghea, Aisyah, Icha, Abib, Afi, Tiara, Hayati, Rafis, Adit, daaaaan lain sebagainyaaaaa. Hoo…sebagian lost memory niih, karena memang menghafal nama agak sulit. Heee…

Aku jatuh cinta banget itu setelah Cica adalah Aisyah. Masya Allah, itu anak bener cerdas banget! bener cerdas! Di umurnya yang masih satu tahun 5 bulan, dia udah kaya anak umur 2,5 atau 3 tahun ajah. Udah respon kalo ditanya. Udah bisa membangun komunikasi laaah. Lain lagi Abib dan Afi yang kakak beradik umur 4 dan 3 tahun. Masya Allah, Abib yang bener2 protektif banget, tipe abang yang meilindungi adeknya. Wah…wah… Gea juga. Ghea ini sempat mukulin aku pake lidi kuat-kuat. Haduuuh, sakit banget! tapi, kemudian malah berteman dekat dengan diriku dan sering godain aku. Lain pula dengan Rafis, yang benar-benar pemaluuuu banget. bahkan untuk disapa saja dia langsung sembunyi dibalik Bapaknya sambil nutup muka. Kalo Adit, cuek banget. disapa, dianya malah bengong natapin kita. Sulit untuk berteman. Lain pula dengan Hayati yang mau deket kalo udah sering-sering disapa. Dia sulit menerima orang baru. Hmm….kalau Tiara sih enak. Dianya mau bersahabat dengan kita.

Pokoknya seuuuunaaaaaaaaaaaaaaang banget kalo udah liyat mereka. Selain mengenal anaknya, tentu aku juga kenalan dengan orang tuanya dong. Heee…

Satu plajaran yang snagat berharga yang bisa kupetik dengan persahabatan dengan anak-anak balita itu. Tentang POLA ASUH! Yaaaaph, benaarrrrr, POLA ASUH ORANG TUA dan SIKAP ORANG TUANYA akan sangat mempengaruhi dan membentuk kepribadian anak serta bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungannya.
Ketika orang tuanya cuek dan kurang bersosialisasi, maka anaknya akan sulit untuk menerima pertemanan. Yang suka curigaan, biasanya anaknya juga akan bisa akrab sama orang yang udah kenal lama saja. Yang terbiasa untuk “direndahkan” dang a pernah diapresiasi sama orang tuanya jadi minder begituuh. Kalo orang tuanya biasa bersosialisasi maka, anaknya pun tumbuh dengan baik dan gampang bersahabat. Allahu’alam inii menurut teorinya ada yang seperti ini. yang kutahu itu siih Dorothy Law yaah. Kalo Dorothy law ini mah, semua orang juga tahu. Tapiii, ternyata aplikasi di kehidupannya memang demikian keknya.

Contoh : Pernah ada seorang ibu yang kebetulan lagi bawa barang di kiri dan kanannya, lalu menutup sesuatu pake kakinya. Nah, suatu hari, si ibu menyuruh anaknya menutup benda itu lagi. Serta merta anaknya langsung nutup pake kaki jugah! Wah..wah…., anak memang plagiat pualiiiing hebat yaaah? Makanya BACK to POLA ASUH tadiiiii. Untuk teorinya, sok dibaca ajah di buku2 yang seabrek-abrek ituuuh! Ingat! Harus ada ilmu dulu sebelum amal! Jadiiiih, ga’ bisa hanya learning by doing ajah dong! Hehehe.

2 comments:

  1. waaa...

    jadi pingin ketemu ponaan
    :(

    ReplyDelete
  2. heee....

    kupikir tadinya pernyataanmu,
    "Waah, jadi pengin punya anak jugah"
    hihi..

    Peace...

    hayuu..qta tukeran Link yuuuk..

    ReplyDelete

Feel free to accept your comment. Spam comment will be deleted and blocked